Lumbung Ternak Masyarakat Tasikmalaya

Lumbung Ternak Masyarakat Tasikmalaya
Iklan
thumbnail

Liputan MNCTV tentang Lumbung Ternak Masyarakat Tasikmalaya

Posted by Lumbung Ternak Masyarakat on Selasa, 14 Agustus 2018

Alhamdulillah, Sabtu 12 Agustus 2018 lalu team media MNCTV datang ke lumbung ternak masyarakat Tasikmalaya untuk meliput kegiatan Ternak Domba serta pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi dan pendidikan.

lets see here:


Doakan kami agar terus berkembang dan sukses untuk bisa lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat indonesia dan juga dunia.

21.35
thumbnail

Distribusi 1000 paket Sembako untuk Dhuafa

Posted by Lumbung Ternak Masyarakat on Kamis, 05 Juli 2018

Di penghujung ramadan 2018, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Tasikmalaya Kec.Culamega berbagi dengan sesama




"Setiap paket berisi beras tiga kilogram, minyak goreng satu liter, gula satu kilogram, terigu satu kilogram, biskuit satu kaleng, syrup satu botol," ujar Rosman selaku ketua LTM Tasikmalaya.


Jumlah relawan yang melaksanakan pembagian sembako yakni ada enam orang.

"Alhamdulillah aksi implementasi Paket Ramadhan berjalan dengan lancar. Kebahagiaan sangat dirasakan oleh penerima manfaat. Lokasi yang kami datangi pekerjaan masyarakat disini yaitu buruh tani." ujar Rosman.

Lanjut Rosman, dengan adanya distribusi paket ramadan ini para lansia dan jompo penerima manfaat mengaku sangat bahagia.

"Hari raya idul fitri dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia.
Mereka bersyukur ada bekal untuk persiapan menyambut hari raya idul fitri," ujar Rosman.

Otto satu di antara lansia menyampaikan terimakasih atas kepedulian ACT MRI LTM Tasikmalaya. "Semoga para donatur dibalas dengan rezeki berlipat ganda atas kebaikan di bulan ramadan ini," ujar dia.
20.29
thumbnail

Rumput Odot Bagus Untuk Kambing & Domba

Posted by Lumbung Ternak Masyarakat on Selasa, 08 Mei 2018

Kalau ingin menanam pakan untuk ternak kambing, rumput odot merupakan pilihan yang sangat tepat.

Kambing dikenal sebagai hewan ternak yang makannya milih – milih. Atau biasanya dikenal dengan istilah meramban (browsing).
Oleh karena itu tidak semua jenis rumput akan disukai oleh kambing. Misalnya, rumput raja dan rumput gajah.

Berbeda halnya dengan rumput odot. Rumput ini sudah banyak ditanam dan dibudidayakan oleh peternak kambing.
Rumput odot dikenal mempunyai palatabilitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai pakan kambing atau pakan domba.
Hal ini karena rumput ini memiliki tekstur yang lebih lunak daripada rumput gajah dan rumput raja.
Selain itu, rumput odot tidak berbulu seperti yang terdapat pada rumput gajah dan rumput raja.
Tapi, bagaimanakan kualitas rumput odot ini untuk digunakan sebagai pakan kambing?
Kami akan mengulas satu per satu tentang rumput odot yang satu ini.
Yuk, cekidot…

Produktifitas rumput odot

Rumput odot ini nama lainnya dalam bahasa Indonesia adalah rumput gajah kerdil. Akan tetapi di kalangan para peternak kambing dan domba lebih dikenal sebagai rumput odot.
Sesuai dengan namanya, rumput gajah kerdil, produktifitas hijauan dari rumput ini tidak sebanyak rumput gajah.
Meskipun demikian, produktifitas dari rumput ini dapat dimaksimalkan dengan mengoptimalkan jumlah anakan di setiap rumpunnya.
Supaya bisa maksimal, maka ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Karena faktor tersebut nantinya akan mempengaruhi baik dan tidaknya produksi hijauan dari rumput odot ini.
Faktor tersebut meliputi kebutuhan air, banyaknya naungan, pemupukan, kesuburan tanah, pemangkasan dan jaran tanam.
Kita akan melihat lebih dalam lagi mengenai faktor – faktor tersebut. Meskipun tidak banyak, beruntung sudah ada sebuah penelitian tentang produktifitas rumpu odot ini.

Cara menanam rumput odot

Cara menanam rumput odot meliputi pengolahan tanah, penanaman dan perawatan serta pemanenan.

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara pencangkulan terlebih dahulu. Pencangkulan sebanyak dua kali lebih baik. Tapi ini tidak baku.
Tujuan pencangkulan adalah untuk membuat tekstur tanah menjadi lebih gembur, memperbanyak oksigen di tanah dan membuang sisa – sisa akar tanaman yang sudah ada sebelumnya.
Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang. Dosisnya sebanyak 5 ton/hektar.
Kalau lahannya cuma 1000 meter persegi, berarti cuma butuh pupuk kandang sebanyak 500 kg atau 5 kwintal.
Kalau kondisi tanahnya asam, dapat ditambahkan kapur untuk menaikkan pH tahan.
Kapur yang digunakan bisa dolomit atau kapur kerang. Dosisnya sama yaitu 5 ton per hektar.
Biayanya cukup banyak juga ya, tapi pengapuran ini tidak harus dilakukan. Disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki saja.

Penanaman bibit odot

Jarak tanam ternyata sangat berpengaruh terhadap jumlah anakan yang dihasilkan oleh rumput odot ini.

Jarak antar baris bisa diberikan sejauh 1 meter. Sedangkan jarak tanam bisa bervariasi mulai 50 cm, 75 cm dan 100 cm (1 meter).
Hasilnya ternyata jumlah anakan pada jarak tanam 1 m x 1 m jumlah anakannya jauh lebih banyak dari pada jarak tanam yang lebih dekat.
Nanti akan saya berikan datanya.
Rumput odot ini membutuhkan air yang cukup. Penyiraman perlu dilakukan kalau di daerah penanamannya kekurangan air.
Penyiangan terhadap gulma atau rumput – rumput liar juga perlu dilakukan. Supaya tidak terjadi perebutan nutrisi.
Data dari penelitian [1], berikut adalah perbedaan antara jumlah anakan terhadap jarak tanam rumput odot.
Panen ke
Jumlah anakan
50 x 100 cm
75 x 100 cm
100 x 100 cm
1
20,4
23
24,9
2
29,5
27,5
41,1
3
41,6
50,3
66,6
4
39
41,5
53,1

Kandungan Nutrisi rumput odot

Rumput odot memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik daripada rumput gajah.
Kandungan nutrisi yang lebih tinggi menjadi kelebihan tersendiri apabila rumput ini dijadikan sebagai pakan ternak khususnya kambing atau domba.
Berikut adalah kandungan nutrisi dari rumput odot[2].

Kandungan Nutrisi% (Berat Kering)
Kadar lemak daun
2,72%
Kadar lemak Batang
0,91%
Protein Kasar Daun
14,35%
Protein Kasar Batang
8,10%
Kecernaan Daun
72,68%
Kecernaan Batang
62,56%

Kandungan nutrisi rumput odot pada usia penen berbeda

Semakin tua usia panen rumput odot, maka kandungan nutrisinya akan semakin menurun.
Dari penelitian yang pernah dilakukan, rumput odot yang dipanen pada umur 3, 6, 9 dan 12 minggu setelah tanam, kandungan protein kasarnya berturut – turut adalah14.7%, 14.4%, 15.9%, 9.3%.
Namun pada penelitian yang lain, hasilnya sedikit berbeda.[3]
Informasi mengenai penelitiannya adalah sebagai berikut.
Rumput odot ditanam dalam beberapa pot. Ukuran potnya sekitar 18 cm x 35 cm dan diameter potnya 22 cm.
Setiap pot ditanami bibit rumput odot sebanyak tiga batang. Akan tetapi, setelah tujuh hari setelah tanam, hanya disisakan satu batang yang pertumbuhannya paling baik.
Kalau tujuannya sebagai pakan, tidak usah diseleksi juga tidak masalah. Eman – eman.
Pupuk yang digunakan adalah Urea, TSP dan KCL.
Dosisnya adalah 100 kg urea/ha, 50 kgTSP/ha and 50 Kcl/ha.
Sedangkan penyiraman dilakukan jika perlu.
Pemanenan rumput odot dilakukan pada usia 8 dan 12 minggu setelah tanam.
Hasilnya adalah sebagai berikut:
Usia PanenTinggi TanamanProduksi Bahan keringProtein Kasar
8 minggu104,75 (cm)0,06 (ton/hektar)12,94%
12 minggu126,01 (cm)1,76 (ton/hektar)8,77%

Jika rumput odot di panen pada usia 8 bulan, kandungan protein kasar yang akan diperoleh lebih tinggi. Akan tetapi jumlah hijauan yang dihasilkan sedikit.
Sedangkan jika menginginkan hasil hijauan yang lebih banyak, rumput odot bisa dipanen pada usia 12 minggu setelah tanam. Akan tetapi kandungan protein kasarnya sudah menurun.

01.19
thumbnail

Pemberdayaan Ekonomi dan Pembinaan Spiritual Warga Desa

Posted by Lumbung Ternak Masyarakat on Jumat, 20 April 2018


Delapan tahun yang lalu, lahan berbukit di Desa Cinta Bodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya ini hanyalah hamparan lahan yang ditumbuhi pepohonan dan ilalang liar saja dan kurang produktif. Setelah Global Qurban-ACT mulai merealisasikan Program Lumbung Ternak Masyarakat/LTM dengan membangun komplek kandang kambing, lahan yang tidak produktif tersebut lantas bertransformasi menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat desa ini.               

Seperti yang diketahui, Kabupaten Tasimalaya nyaris menderita kebangkrutan tahun 2011 lalu akibat buruknya pengelolaan Anggaran Pembelanjaan Daerah/APBD. Desa Cinta Bodas menjadi salah satu desa yang terkena dampaknya. Namun demikian, desa tersebut kini mulai menggeliat dari keterpurukan.


Program LTM yang digagas ACT di Kecamatan Culamega-Kabupaten Tasikmalaya perlahan tapi pasti mampu memberikan energi positif bagi denyut perekonomian masyarakatnya. Sudah 6 tahun LTM Tasikmalaya ini berjalan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat desa ini begitu terasa.

Sejak pelaksanaan kurban tahun 1437 Hijriah/2016 lalu, LTM Tasikmalaya mampu menyuplai 100 persen implementasi kurban GQ-ACT untuk sebaran di wilayah Priangan Timur. LTM Tasikmalaya mampu menjadi manajemen stok Global Qurban. 

LTM juga mampu mengangkat ekonomi masyarakat di Kecamatan Culamega menjadi lebih baik lagi. Tak hanya itu, ia juga mampu mengurangi jumlah pengangguran atau pekerja serabutan. LTM memaksimalkan peran mereka dengan sangat produktif.


Lili Sukarli (44) misalnya. Bapak 2 anak ini sebelum bergabung dengan di LTM, ia hanya bekerja serabutan. Kini, bersama 26 pegawai LTM lainnya, perekonomian rumah tangganya terangkat. Mereka mendapatkan penghasilan yang tetap dari LTM.

“Dulu kerja saya tak menentu, kadang-kadang menjadi buruh tani di kebun orang, kadang menjadi kuli bangunan. Setelah bergabung dan fokus mengelola LTM saya tidak menjadi kuli lagi. Alhamdulillah, sekarang saya mempunyai penghasilan tetap. Yang terpenting adalah kini saya mendapatkan ilmu pengelolaan ternak yang baik dan berkualitas,” ungkapnya. Setelah 4 tahun ikut bekerja di LTM, Lili mampu membiayai anak pertamanya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.











Selain itu, LTM juga mampu meberdayakan tenaga muda berpendidikan (fresh graduate) sarjana peternakan untuk mengimplementasikan ilmunya dengan bekerja di LTM. Seperti yang dialami Risman Ismail (25), sarjana peternakan alumnus Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED Purwokerto, yang kini bekerja total di LTM sebagai tim kesehatan ternak.

Pada awal pembangunannya, LTM Tasikmalaya hanya memiliki satu kompleks kandang kambing. Kompleks tersebut terdiri dari 10 kandang yang dapat memuat 700 kambing saja. Tahun ini, jumlah kandang kian bertambah. Ada tambahan 2 kompleks kandang yang telah dibangun dengan kapasitas sebanyak 20 kandang dan mampu memuat 1400 kambing. Maka saat ini, LTM Tasikmalaya pun mampu menampung 2100 kambing.               


Tiga kompleks kandang kambing LTM itu difungsikan untuk proses breeding (pembibitan) dan fattening (penggemukan). Dari kandang inilah, kambing-kambing dikembangbiakkan untuk implementasi kurban GQ di Priangan Timur. 

Efek positif keberadaan LTM lainnya yang dirasakan warga Desa Cintabodas dan sekitarnya adalah adanya penghasilan tambahan yang didapatkan masyarakat. Sebab, pakan ternak untuk kambing LTM didapatkan dari rumput segar selain konsentrat (pakan tambahan) yang disuplai dari para petani lokal (masyarakat desa). Setiap harinya LTM membutuhkan kurang lebih 200 karung rumput yang keseluruhannya dibeli dari para petani lokal. Suplai pakan tersebut selain mengandalkan para petani juga mengandalkan panen rumput odot (rumput khusus untuk pakan peternakan kambing dan sapi) yang ditanam Tim LTM di lahan 3,5 hektar.


Menurut Rosman selaku Ketua LTM Tasikmalaya, sekarang Program LTM mampu menyerap 26 karyawan tetap untuk mengelola LTM. Selain itu, pihaknya juga memberdayakan tenaga relawan atau pekerja lepas yang ikut membantu LTM. Dalam proses kerjanya, Tim LTM Tasikmalaya berbagi tugas. Ada tim yang menyiapkan pakan, memberi makan kambing, bersih-bersih kandang, memandikan kambing, mencukur bulu kambing, pengambil rumput, penanam rumput odot, dan tim kesehatan ternak. Sehingga, mereka simultan mengelola hewan ternak LTM dengan menghasilkan hewan kurban yang berkualitas. 

“Sekarang warga desa yang bergabung dengan kami sudah mempunyai penghasilan tetap. Biasanya, mereka hidup serabutan dengan penghasilan tak menentu. Mudah-mudahan kami bisa terus megembangkan LTM ini, sehingga bisa lebih banyak lagi yang terberdayakan dan terangkat ekonominya,” harapnya.


LTM tidak hanya melakukan pemberdayaan masyarakat desa dan mengangkat perekonomian saja, namun juga melakukan edukasi pendidikan dan agama. Di Sekreariat LTM, terdapat ruang pertemuan terbuka yang berbentuk saung besar. Setiap 2 kali selama sepakan, para relawan LTM yang juga merupakan alumnus perguruan tinggi mengajarkan anak-anak bahasa Inggris dan ilmu komputer. Selain itu, relawan LTM lulusan pesantren pun ikut terlibat melakukan edukasi dengan membentuk majelis taklim. Kegiatan ini juga diselenggarakan setiap 2 pekan sekali untuk ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak.

“Alhamdulillah, kami tidak hanya mengangkat perekonomian warga Culamega saja, namun kami juga berusaha untuk mengisi pendidikan dan spiritual mereka. Para relawan yang ikut bergabung dengan kami dengan sukarela ikut mengabdi untuk masyarakat Desa. Mudah-mudahan dengan adanya program LTM di desa kami ini, masyarakat kami semakin maju,” pungkas Rosman. [] 
03.02